social icon

Jumat, 15 Maret 2013

Kenapa Kita Bermimpi Saat Tidur



Kenapa Kita Bermimpi Saat Tidur
Mimpi kencan bareng superstar? Atau mimpi berlayar mengarungi samudera? Jangan hanya menganggap itu adalah mimpi kosong atau bunga tidur belaka.
Karena, saat ini banyak penelitian yang mengungkapkan manfaat mimpi dalam kehidupan. Kehadiran mimpi dalam tidur adalah sesuatu yang dibutuhkan manusia. Bahkan, bayi di dalam perut ibu pun mengalami mimpi.
“Setelah bayi lahir, 50 persen mengalami tidur aktif dan 50 persen tidur non-aktif,?” papar Dr. Andreas Prasadja, RPSGT Sleep Physician di RS Mitra Kemayoran, Jakarta.
Setiap hari, manusia bisa bermimpi 4 sampai 5 kali dalam semalam. Siklus tidur seseorang itu bertahap dan naik-turun berulang kali. Hanya saja, terkadang Anda tidak ingat mimpi yang Anda alami.

“Yang diingat umumnya yang berkesan. Misal, ketemu dengan mantan pacar. Saat bangun pasti terlihat senyum bahagia atau malah justru sebaliknya, menangis bombay saat diputuskan pacar,” jelasnya. Dalam mimpi, seperti ada muatan emosional yang dirasakan secara nyata.
Menurut Andreas, tanda seseorang bermimpi adalah ada gerakan pada bola mata saat tidur. Dalam bukunya The Interpretation of Dreams, pakar psikoanalis Sigmund Freud mengatakan bahwa mimpi merupakan pesan alam bawah sadar yang abstrak terhadap alam sadar. Pesan itu berisi keinginan, ketakutan dan berbagai macam aktivitas emosi yang sama sekali tidak disadari. Hal itu diamini oleh Dr. Andreas.
Menurutnya, mimpi merupakan media untuk mengeluarkan emosi terpendam dengan cara aman. Tak heran bila mimpi dapat mengurangi stres atau tekanan yang mungkin Anda alami dalam kehidupan sehari-hari.